Selasa, 21 April 2026

Perempuan Berdaya, Koperasi Maju: Semangat Hari Kartini dalam CU Ngudi Raharjo (21 April 2026)


Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan, pendidikan, dan kemandirian perempuan. Semangat Kartini tidak hanya relevan dalam konteks sejarah, tetapi juga hidup dan berkembang dalam berbagai sektor, termasuk gerakan koperasi kredit seperti CU Ngudi Raharjo.

Dalam realitas saat ini, CU Ngudi Raharjo menunjukkan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama dalam pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi. Dari total 1.889 anggota, sebanyak 1.041 adalah perempuan. Ini berarti lebih dari separuh kekuatan koperasi berada di tangan perempuan. Tidak hanya itu, komposisi pengurus yang didominasi oleh perempuan menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan, kapasitas, dan kepemimpinan perempuan telah teruji dalam mengelola organisasi.

Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun karakter pribadi yang mandiri, terutama dalam aspek finansial dan manajerial ekonomi keluarga. Dalam keseharian, perempuan sering menjadi pengelola keuangan rumah tangga—mengatur pemasukan, mengendalikan pengeluaran, hingga merencanakan masa depan keluarga. Ketika nilai-nilai ini diperkuat melalui pendidikan dan praktik berkoperasi, maka akan lahir keluarga-keluarga yang tangguh secara ekonomi.

Semangat inilah yang sejalan dengan cita-cita Raden Ajeng Kartini—bahwa perempuan harus memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Dalam konteks CU Ngudi Raharjo, perempuan tidak hanya menjadi anggota pasif, tetapi juga agen perubahan yang mendorong budaya menabung, disiplin dalam pengelolaan pinjaman, serta aktif dalam kegiatan koperasi.

Gerakan perempuan dalam koperasi juga memiliki dampak yang luas. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi lebih sejahtera. Ketika keluarga sejahtera, maka komunitas menjadi kuat. Dan ketika komunitas kuat, koperasi akan tumbuh sehat dan berkelanjutan. Inilah siklus kebaikan yang terus bergerak dan diperkuat oleh partisipasi aktif perempuan.

Hari Kartini 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen. Bahwa keberhasilan CU Ngudi Raharjo hari ini tidak lepas dari kontribusi besar perempuan—baik sebagai anggota, pengurus, maupun penggerak di tingkat basis. Ke depan, peran ini perlu terus didukung melalui pendidikan, pelatihan, dan ruang partisipasi yang lebih luas.

Akhirnya, mari kita terus menyalakan semangat Kartini dalam gerakan koperasi: perempuan yang cerdas, mandiri, dan berdaya—yang tidak hanya membangun dirinya sendiri, tetapi juga menguatkan keluarga, koperasi, dan masa depan bersama.

Selasa, 10 Maret 2026

Tips Mengelola Keuangan Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Memanfaatkan Tabungan Hari Raya (SHR) dan Kredit Barang secara Bijak

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Selain menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi, Idul Fitri juga identik dengan tradisi menjamu tamu, memperbaiki suasana rumah, serta berbagi kebahagiaan dengan keluarga. Namun, tidak sedikit keluarga yang mengalami tekanan keuangan menjelang hari raya karena meningkatnya berbagai kebutuhan.

Agar kebahagiaan Idul Fitri tetap terasa tanpa beban finansial, anggota CU Ngudi Raharjo dapat memanfaatkan fasilitas keuangan yang telah disediakan koperasi, seperti Tabungan Hari Raya (SHR) dan Pinjaman Kredit Barang secara bijak dan terencana.

1. Rencanakan Kebutuhan Lebaran Sejak Awal

Menjelang Idul Fitri biasanya muncul banyak kebutuhan seperti makanan khas lebaran, pakaian baru, bingkisan, hingga persiapan rumah untuk menyambut tamu. Buatlah daftar prioritas kebutuhan agar pengeluaran tetap terkendali. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat menghindari pembelian yang tidak terlalu penting.

2. Manfaatkan Tabungan Hari Raya (SHR)

Tabungan Hari Raya (SHR) merupakan salah satu produk unggulan CU Ngudi Raharjo yang dirancang khusus untuk membantu anggota mempersiapkan kebutuhan hari raya.

Keuntungan menggunakan SHR antara lain:

  • Membantu anggota menabung secara disiplin sepanjang tahun

  • Dana sudah tersedia ketika mendekati hari raya

  • Mengurangi kebutuhan berutang untuk konsumsi lebaran

  • Memberikan rasa aman dan tenang karena kebutuhan sudah dipersiapkan

Dengan SHR, anggota dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan seperti bahan makanan lebaran, pakaian keluarga, maupun keperluan berbagi dengan sanak saudara.

3. Gunakan Kredit Barang Secara Bijak

Selain kebutuhan konsumsi, menjelang hari raya banyak keluarga ingin memperbaiki atau melengkapi rumah agar lebih nyaman ketika menerima tamu. Misalnya membeli kursi tamu, lemari, kipas angin, televisi, atau peralatan rumah tangga lainnya.

CU Ngudi Raharjo menyediakan fasilitas Pinjaman Kredit Barang yang dapat dimanfaatkan anggota untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan kredit barang:

  • Pilih barang yang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat jangka panjang

  • Sesuaikan cicilan dengan kemampuan keuangan keluarga

  • Hindari mengambil kredit untuk barang yang bersifat konsumtif berlebihan

  • Pastikan angsuran tetap aman setelah hari raya

Dengan perencanaan yang matang, kredit barang dapat membantu meningkatkan kenyamanan rumah tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga.

4. Tetap Jaga Keseimbangan Keuangan Setelah Lebaran

Seringkali pengeluaran besar terjadi menjelang dan saat hari raya. Oleh karena itu penting untuk tetap menjaga keseimbangan keuangan setelah Idul Fitri. Sisihkan kembali sebagian penghasilan untuk tabungan, termasuk mulai menabung lagi untuk SHR tahun berikutnya.

Kebiasaan menabung dan mengelola kredit secara bijak merupakan bagian dari semangat kemandirian dan solidaritas yang menjadi nilai utama gerakan Credit Union.

Penutup

Hari Raya Idul Fitri adalah momen penuh berkah untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan sesama. Dengan pengelolaan keuangan yang baik serta memanfaatkan fasilitas Tabungan Hari Raya (SHR) dan Kredit Barang dari CU Ngudi Raharjo, anggota dapat menyambut lebaran dengan rumah yang nyaman, hati yang tenang, dan keuangan yang tetap sehat.

Mari kita sambut Idul Fitri dengan penuh syukur, kebersamaan, dan perencanaan keuangan yang bijak.

CU Ngudi Raharjo — Senantiasa Membantu, Bertumbuh Bersama Anggota.

Rabu, 23 Juli 2025

Anak Cerdas Finansial Sejak Dini: Bekal Masa Depan Gemilang

 

Selamat Hari Anak Nasional! 

Di hari istimewa ini, Koperasi CU Ngudi Raharjo ingin mengajak seluruh orang tua dan pendidik untuk merenungkan pentingnya satu bekal krusial bagi anak-anak kita: literasi keuangan. Mengajarkan anak tentang uang sejak dini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang nilai-nilai penting seperti tanggung jawab, kesabaran, dan perencanaan.

Mengapa Literasi Keuangan Penting Sejak Dini?

Di era modern yang serba cepat ini, anak-anak terpapar berbagai stimulus konsumtif. Tanpa
pemahaman yang kuat tentang pengelolaan uang, mereka bisa dengan mudah terjebak dalam gaya hidup boros atau bahkan masalah keuangan di kemudian hari. Dengan mengenalkan literasi keuangan sejak dini, kita membekali mereka dengan keterampilan esensial untuk:

  • Mengambil Keputusan Keuangan yang Bijak: Mereka akan belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan, serta menimbang prioritas dalam pengeluaran.

  • Membangun Kebiasaan Menabung: Kebiasaan menabung yang terbentuk sejak kecil akan menjadi fondasi kuat untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan, baik itu membeli mainan impian, melanjutkan pendidikan, atau bahkan memulai usaha.

  • Memahami Nilai Uang: Anak akan belajar bahwa uang bukan sekadar alat untuk membeli barang, melainkan hasil dari kerja keras dan perencanaan yang matang.

  • Menghindari Utang yang Tidak Perlu: Dengan pemahaman yang baik tentang keuangan, mereka akan lebih berhati-hati dalam menggunakan uang dan cenderung menghindari perilaku berutang tanpa perhitungan.

Praktik Mudah Mengajarkan Literasi Keuangan pada Anak

Tidak perlu menunggu dewasa, banyak cara sederhana untuk mulai memperkenalkan konsep literasi keuangan kepada anak-anak:

1. Mengelola Uang Saku dengan Bijak

Uang saku adalah alat pembelajaran yang paling efektif. Ajarkan anak untuk:

  • Membuat Anggaran Sederhana: Ajak mereka untuk merencanakan bagaimana uang saku akan digunakan. Misalnya, sebagian untuk jajan, sebagian untuk ditabung, dan sebagian untuk berbagi atau membeli sesuatu yang mereka inginkan.

  • Mencatat Pengeluaran: Meskipun sederhana, kegiatan mencatat membantu mereka melihat ke mana saja uang mereka pergi. Ini bisa dilakukan dengan buku catatan kecil atau aplikasi sederhana.

  • Membuat Prioritas: Jika ada barang yang diinginkan, ajak mereka menimbang apakah barang itu benar-benar penting atau bisa ditunda.

2. Belajar Menabung Itu Asyik!

Menabung seringkali dianggap membosankan, padahal bisa dibuat menyenangkan:

  • Celengan Impian: Biarkan anak memiliki celengan khusus untuk "impian" mereka, seperti membeli buku, mainan baru, atau bahkan tiket masuk ke tempat rekreasi. Ini akan memotivasi mereka untuk menabung secara konsisten.

  • Target Menabung: Bantu mereka menetapkan target menabung dan rayakan setiap kali target tercapai. Ini memberikan rasa pencapaian dan dorongan untuk terus menabung.

  • Mengenalkan Bunga Tabungan (Sederhana): Jelaskan konsep dasar bahwa uang yang ditabung bisa bertambah nilainya. Anda bisa memberikan "bunga" tambahan kecil dari uang Anda sendiri sebagai motivasi.

Mengenal Koperasi: Pilar Ekonomi Kerakyatan

Selain mengelola uang pribadi, penting juga bagi anak untuk memahami bentuk pengelolaan keuangan bersama, salah satunya adalah koperasi. Koperasi CU Ngudi Raharjo adalah contoh nyata bagaimana prinsip kebersamaan dan gotong royong dapat menciptakan kesejahteraan bersama.

Jelaskan pada anak bahwa koperasi adalah badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya untuk kepentingan bersama. Berbeda dengan perusahaan biasa yang mencari keuntungan sebesar-besarnya untuk pemilik modal, koperasi berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan anggotanya.

Beberapa hal sederhana yang bisa Anda sampaikan tentang koperasi kepada anak:

  • Kebersamaan: Di koperasi, semua anggota punya suara dan tujuan yang sama untuk saling membantu.

  • Menabung Bersama: Anggota koperasi menabung bersama, dan uang tersebut kemudian dipinjamkan kepada anggota lain yang membutuhkan, dengan bunga yang lebih adil.

  • Gotong Royong: Keuntungan koperasi dikembalikan kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) atau digunakan untuk mengembangkan koperasi agar bisa melayani anggota lebih baik lagi.

Dengan memahami konsep koperasi sejak dini, anak-anak akan belajar tentang pentingnya kolaborasi, keadilan, dan bagaimana ekonomi dapat dibangun berdasarkan prinsip kekeluargaan.


Mari kita jadikan Hari Anak Nasional tahun ini sebagai momentum untuk memulai investasi terbaik bagi masa depan buah hati kita: bekal literasi keuangan yang kuat. Bersama Koperasi CU Ngudi Raharjo, mari kita wujudkan generasi yang cerdas finansial, mandiri, dan berjiwa gotong royong!

Rabu, 18 Juni 2025

Membangun Kemandirian Demi Ketahanan Secara Berkelanjutan

Koperasi itu bekerja sebagai berkebun, yaitu mempersiapkan lahan (edukasi), menanam, merawat (menyiang, memupuk, menyiram), memanen, dan mendistribusikan hasil panenan untuk konsumsi bersama. 

Berkebun itu meminta waktu yang perlu dilalui sejak mempersiapkan sampai dengan menikmati hasil secara bersama secara berkeadilan. 

Sebahagian panenan yang dikonsumsi dialokasikan untuk bibit pada musim tanam berikutnya (membangun kemandirian demi ketahanan/resiliensi secara berkelanjutan - longterm term mindset).

Secara etimologis koperasi berasal dari kata bahasa Latin, opus, operare, co.

Opus       = pekerjaan

Operare  = bekerja

Co           = dengan/bersama dengan

Cooperare = bekerja dengan/bekerja bersama.

Ada kata bahasa Latin lain yang berhubungan, yaitu corpus. Corpus = tubuh/badan. 

Koperasi adalah tubuh yang terdiri dari bahagian-bahagian (elemen). 

Untuk mencapai tubuh yang sehat dan tahan terhadap tantangan, elemen-elemen bekerja secara bergandengan-tangan "tanpa batas waktu" secara harmonis dengan basis respect elemen yang satu terhadap elemen lainnya. Oleh karena koperasi itu tubuh yang satu, maka bahagian yang satu mengenal dengan baik elemen tubuh lainnya (common bond).

Mengenal dengan baik elemen yang satu terhadap bahagian lainnya memungkinkan saling "percaya" di antara anggota tubuh.

Percaya adalah basis (pondasi) utama berkerjanya koperasi.

Percaya secara etimologis berasal dari kata bahasa Latin credere. Credere berarti percaya. Credo = saya (aku) percaya.

Credit = dia percaya.

(Bpk-ibu yang pernah bersentuhan dg bahasa Latin, mengerti perubahan tersebut).

Dengan dasar pemahaman tersebut di atas maka lahir koperasi sektor keuangan oleh 

Friedrich Wilhelm Raiffeisen (3 Mei 1818 – 11 Maret 1888). Koperasi sektor keuangan tersebut dikenal dengan Credit Union. Di Indonesia credit union disebut dengan koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam menurut UU PERKOPERASIAN.

Pengertian koperasi secara umum maupun definisi koperasi kredit (credit union) menunjukkan secara eksplisit bahwa manusia atau orang merupakan elemen utama. Maka koperasi memosisikan sumber daya orang (manusia) di atas sumber daya modal (uang) dan sumber daya lainnya.

Dengan demikian landasan pokok bekerja koperasi adalah percaya. Percaya hanya dimiliki oleh makhluk yang dinamakan manusia.

Collateral Currency merupakan fasilitas tambahan atas pondasi utama, yaitu percaya. Collateral Currency mungkin saja dipergunakan koperasi untuk memastikan peningkatan performa (kinerja) koperasi dalam upaya menaikkan kesejahteraan anggota secara makin lebih berkeadilan.

 Diambil dari  tulisan: Vecensius R  (wa group Credit Union Nasional)

Sabtu, 26 April 2025

Memasuki Usia Ke-33: CU Ngudi Raharjo Bertransformasi Menjawab Tantangan Jaman



Tepat pada tanggal 26 April 2025, Credit Union (CU) Ngudi Raharjo genap berusia 33 tahun. Sebuah perjalanan panjang dan penuh dedikasi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Lahir pada 26 April 1992, CU Ngudi Raharjo telah menjadi pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal melalui prinsip-prinsip gotong royong dan kekeluargaan.

Di usia yang matang ini, CU Ngudi Raharjo tidak hanya mengenang sejarah panjangnya, namun juga menatap masa depan dengan semangat pembaruan. Tantangan global yang semakin kompleks menuntut koperasi untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Digitalisasi, persaingan yang ketat, dan perubahan kebutuhan anggota menjadi lanskap baru yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat.

Dengan jumlah anggota yang kini mencapai lebih dari 1800 orang, CU Ngudi Raharjo memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. Kekuatan kolektif ini adalah modal berharga untuk menjawab tuntutan zaman. Koperasi dituntut untuk tidak hanya menjadi lembaga keuangan yang aman dan terpercaya, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota melalui berbagai layanan dan program yang relevan.

Memaknai ulang tahun ke-33 ini, CU Ngudi Raharjo memiliki beberapa agenda penting ke depan:

  • Penguatan Digitalisasi: Mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan layanan, dan memberikan kemudahan akses bagi anggota.
  • Peningkatan Kualitas Layanan: Terus berinovasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang semakin beragam.
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia: Meningkatkan kompetensi pengurus, pengawas, dan karyawan agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan adaptif terhadap perubahan.
  • Ekspansi Jaringan dan Kemitraan: Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan dan menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.
  • Pemberdayaan Anggota: Meningkatkan literasi keuangan anggota dan mengembangkan program-program yang mendorong peningkatan usaha dan kesejahteraan mereka.

Potensi CU Ngudi Raharjo untuk terus berkembang dan membantu perekonomian di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya masih sangat besar. Dengan semangat kebersamaan dan adaptasi terhadap tuntutan zaman, CU Ngudi Raharjo diharapkan dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi anggotanya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Selamat ulang tahun yang ke-33, CU Ngudi Raharjo! Semoga semakin sukses, solid, dan terus memberikan manfaat bagi seluruh anggota dan masyarakat.

Kamis, 24 April 2025

Manajemen Keuangan Keluarga, Antara Impian, Mitos, Dan Realitas

 







Pengantar

Setiap keluarga, terutama keluarga muda (fresh married) yang baru memulai kehidupan bersama, pasti senantiasa diliputi perasaan bahagia. Bahagia karena telah berhasil melewati sekaligus memenuhi berbagai prasyarat awal, untuk dapat hidup bersama dalam suatu komunitas sosial  mikro yang bernama keluarga alias rumah tangga.

Di samping kebahagiaan, hal lain yang juga menjadi impian setiap keluarga adalah kamapanan keuangan. Bagi pasangan muda, kemapanan keuangan barangkali masih menjadi agenda kesekian karena hal yang merupakan prioritas adalah bagaimana menggunakan penghasilan yang ada untuk saling membahagiakan. Kebutuhan, bahkan keinginan apa pun dari pasangan, akan dipenuhi. Atas nama saling membahagiakan, maka persentasi terbesar dari penghasilan (take home pay) biasanya dialokasikan untuk biaya kebahagiaan. Menjadi bahagia adalah hak setiap orang, termasuk pasangan dalam keluarga. Namun, kebahagiaan yang disikapi dan dimaknai secara tidak proporsional, akan mengganggu arus pengelolaan keuangan keluarga sekaligus menghambat pencapaian kebahagiaan jangka panjang.

Dampak sesaat yang dapat dirasakan sebagai akibat kurang cermat dalam mengelola keuangan keluarga yakni kekacauan atau ketidakstabilan keuangan (finance turbulence). Tidak jarang, belum sampai akhir bulan, masing-masing pasangan sudah kelimpungan karena sudah tidak ada sisa dana untuk melanjutkan hari dan  mempertahankan kebahagiaan hingga penghujung bulan. Perjalanan bulanan keluarga berakhir kurang bahagia alias tragis. Seharusnya kondisi ini disadari sejak awal sehingga bisa terhindar dari serangan virus “kanker ganas” alias kantong kering karena  gaji tanpa sisa.

Serangan “kanker ganas” akan semakin menjadi apabila beberapa kewajiban bulanan yang harus menjadi prioritas, belum terselesaikan dengan baik. Misalnya, pembayaran angsuran mobil atau motor, angsuran rumah, sewa apartemen atau kontrak rumah, kartu kredit, bayar listrik, telepon, bahkan uang sekolah anak. Jika kewajiban prioritas ini sudah menjadi problem, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah menerapkan sistem “member” (manajemen bertahan) dengan pola gali lubang tutup lubang. Semakin banyak lubang yang tergali, maka  semakin terkikis pula kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian dalam keluarga.

Virus “kanker ganas” dan sistem “member” sesungguhnya bukan momok yang manakutkan. Mereka harus disikapi untuk dijinakan. Obat penangkal untuk menjinakan kedua virus tersebut adalah cermat dan bijak. Cermat dalam melakukan perhitungan  dan bijak dalam menerapkan pengelolaan keuangan keluarga. Dengan demikian, pelayaran bahtera rumah tangga dalam lautan kehidupan, akan terhindar dari serangan badai dan virus yang dapat menimbulkan turbulensi  keuangan.

Cermat dan bijak juga hendaknya menjadi anak kunci bagi setiap keluarga, untuk membuka pintu kesadaran akan pentingnya manajemen  keuangan, agar mampu menakhodai bahtera rumah tangga dalam melayari lautan kehidupan yang maha luas. Manajemen keuangan keluarga yang dikelola secara cermat dan bijak, akan mampu menghantarkan setiap keluarga menuju pelabuhan impian, yaitu kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang menentramkan hati dan pikiran setiap anggota keluarga, karena didukung mapannya kondisi keuangan.

Pentingnya Manajemen Keuangan Keluarga

Pertanyaan reflektif dan mendasar  yang perlu dikemukakan dalam konteks ini adalah : “Pentingkah manajemen keuangan keluarga bagi sebuah komunitas mikro seperti keluarga? Apakah dengan menerapkan manajemen keuangan yang baik, sebuah keluarga sudah terbebas dari problem keuangan?” Jawab atas pertanyaan pertama, tentu penting. Sedangkan untuk pertanyaan kedua, setidaknya meminimalisasi persoalan keuangan dalam keluarga, sehingga tidak berkembang menjadi problem akut yang mengganggu dinamika dan kelangsungan hidup sebuah keluarga.

Dalam kaitan dengan fungsinya, uang hanyalah merupakan sarana untuk memperlancar dinamika kehidupan sebuah keluarga. Sebagai sarana, uang hendaknya dikelola secara bijak agar tidak sampai menimbulkan masalah. Realitas menunjukan bahwa banyak keluarga tidak begitu pusing dengan manajemen keuangan, karena percaya bahwa cukup bekerja keras dengan gaji yang tinggi, maka dengan sendirinya akan menyelesaikan semua persoalan keuangan. Benarkah?

Analisis korelasi antara uang dan keluarga, menunjukan beberapa hal  yang melatarbelakangi pentingnya manajemen keuangan keluarga, antara lain :

a.     Eksistensi suami – istri.

Suami-istri merupakan pasangan yang sepakat untuk membangun sebuah rumah tangga, atas dasar cinta kasih. Walaupun sepakat atas nama cinta, mereka tetap merupakan dua pribadi yang berbeda. Mereka berasal dari keluarga yang berbeda, lingkungan serta latar belakang budaya yang berbeda. Keragaman perbedaan akan mempengaruhi cara pandang  masing-masing terhadap uang. Apalagi uang tidak ada hubungannya dengan cinta. Perbedaan ini dapat dijembatani dengan menerapkan manajemen keuangan dalam keluarga secara arif.

b.     Uang sering menjadi pangkal perselisihan.

Perselisihan atau salah paham adalah bagian dari dinamika kehidupan sebuah keluarga. Oleh karena itu, perselisihan hendaknya dimaknai sebagai upaya meminimalkan perbedaan dalam keluarga. Ironisnya, perselisihan sering terjadi baik pada saat uang melimpah maupun saat kekurangan uang. Mengapa demikian?

Barangkali kita perlu mencermati ceritra berikut ini.

Seorang petingggi perusahaan pembuat mobil Jepang ketika pertama kali bertugas di Indonesia. Dalam sebuah kesempatan konferensi pers, beliau menyampaikan keheranannya sekaligus mengajukan pertanyaan kepada para wartawan. Mengapa di jalan-jalan di Indonesia terdapat banyak sekali mobil yang sama? Hal ini sangat berbeda dengan di Jepang. Mobilnya sangat variatif. Tak seorang wartawan pun mampu menjawab pertanyaan itu. Sang pejabat  akhirnya hanya bisa menyimpan pertanyaan itu dalam hati, sambil berusaha mencari sendiri jawaban atas pertanyaannya. Dua tahun setelah menyelesaikan masa tugasnya, sekali lagi dia mengadakan konferensi pers dengan wartawan, sekaligus berpamitan untuk kembali ke Jepang. Pada kesempatan itu, kembali dia mengajukan pertanyaan yang sama. Namun, lagi-lagi tak seorang wartawan pun bisa menjawab pertanyaannya. Akhirnya sang pejabat menjawab sendiri pertanyaannya. Ternyata orang Indonesia membeli mobil bukan berdasarkan kebutuhannya, tetapi berdasarkan keinginan supaya sama dengan milik sahabatnya, tetangganya, atau kerabatnya. Membeli karena keinginan (want) sehingga banyak yang sama atau mirip. Karena tidak sesuai dengan kebutuhan (need), maka banyak juga mobil yang hanya sekedar sebagai pajangan di rumah, dan baru keluar kandang seminggu bahkan sebulan sekali.(Sumber : Kompas – dengan modifikasi).

Penilaian yang jujur dari seorang asing tentang perilaku banal (konsumeris) dari bangsa kita, mungkin karena kelimpahan uang. Sebaliknya, kekurangan uang dapat juga menjadi malapetaka atau musibah mulai dari tingkat yang sederhana sampai tingkat memprihatinkan.

c.     Membicarakan keuangan dalam keluarga adalah hal tabu.

Kalau suami-istri sudah saling mencintai dan saling memahami, maka tabu kalau membicarakan  uang. Sebuah konsep berpikir yang harus ditinjau kembali, karena kegagalan membicarakan keuangan dalam keluarga dapat menimbulkan masalah serius. Ingat,  “uang tidak ada hubungannya dengan cinta dan perasaan”.

3.     Langkah-langkah Perencanaan Keuangan Keluarga

Untuk mendapatkan kondisi kestabilan keuangan dalam keluarga, maka diperlukan perencanaan keuangan ( finanscial planning). Berikut ini tahapan perencanaan keuangan yang mungkin menjadi alternatif untuk diimplementasikan dalam keluarga.

a.     Menentukan sasaran dan tujuan keuangan keluarga.

Sasaran dan tujuan keuangan keluarga ditentukan berdasarkan analisis keuangan yang telah dilakukan sebelumnya, terutama terhadap pemasukan dan pengeluaran (rutin). Demikian juga kebutuhan akan alokasi dana harus diperhitungkan terlebih dahulu. Penentuan tujuan keuangan harus realistis dan terukur sesuai dengan kondisi keuangan keluarga, sehingga menjadi skala prioritas untuk mencapainya.

b.     Mendata ulang informasi tentang keuangan keluarga.

Mengingat perencanaan keuangan merupakan proyeksi pendapatan dan pengeluaran keluarga di masa depan, maka sangat diperlukan data informasi tentang keuangan keluarga. Data tersebut meliputi informasi tentang tujuan keuangan keluarga, ekspektasi pendapatan (termasuk pendapatan tambahan), pengeluaran bulanan, dan dana darurat (emergency fund). Semakin lengkap data keuangan keluarga, maka perencanaan yang dilakukan pun semakin baik.

c.     Membuat dan mengembangkan perencanaan anggaran

Perencanaan anggaran merupakan penataan semua ekspektasi pemasukan dan pengeluaran dalam periode tertentu secara teratur dan proporsional. Oleh karena itu, dalam membuat dan mengembangkan perencanaan anggaran ini, perlu melakukan pemilahan antara pengeluaran tetap (fixed cost) dan pengeluaran tidak tetap (variable cost). Jangan lupa juga mengalokasikan dana darurat (emergency fund) sebagai antisipasi terhadap kondisi tak terduga atau darurat.

d.     Analisis perencanaan anggaran

Perencanaan anggaran yang telah dibuat, perlu dianalisis kembali. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kekeliruan atau kesalahan perencanaan, sekaligus melakukan perbaikan dan penyesuaian.

e.     Melaksanakan perencanaan anggaran

Setelah perencanaan anggaran dianalisis dan diyakini bahwa sudah benar, maka segera diterapkan. Pelaksanaan perencanaan anggaran harus konsisten. Agar tetap konsisten, maka perlu melakukan pengendalian terhadap kebutuhan tak terduga. Demikian juga perlu membedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (want).

f.      Melakukan kontrol dan evaluasi anggaran

Kontrol dan evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan anggaran telah dilaksanakan secara konsisten. Lewat evaluasi, pasangan juga bisa melakukan kesepakatan-kesepakatan baru apabila terjadi deviasi atau penyimpangan terhadap perencanaan anggaran.

Tipe Alternatif Pengelolaan Keuangan Keluarga

Banyak cara yang bisa digunakan oleh pasangan suami-istri untuk mengelola keuangan dalam keluarga. Berikut ini beberapa tipe yang bisa menjadi alternatif atau pilihan.

a.     Uang bersama dan sistem amplop

Tipe ini mengasumsikan bahwa semua penghasilan suami-istri (baik sama-sama bekerja atau hanya salah satu yang bekerja), merupakan uang bersama. Setiap pos pengeluaran diinventarisasi lalu diberi amplop masing-masing.

b.     Membagi berdasarkan persentase

Suami-istri menginventarisasi seluruh kebutuhan pengeluaran keluarga dalam sebulan (setahun?), termasuk tabungan (saving) dan darurat (emergency). Selanjutnya, masing-masing “menyumbang”  dalam bentuk persentase yang disepakati secara proporsional. Misalnya, 80 : 20. Artinya, masing-masing memberi dari penghasilannya sebesar 80% untuk seluruh kebutuhan pengeluaran keluarga, sedangkan 20% digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi masing-masing.

c.     Membagi tanggung jawab antara suami-istri

Komunikasi menjadi faktor kunci dalam melakukan pembagian tanggung jawab antara suami-istri, berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pengeluaran keluarga. Pola pembagiannya bisa “berat” – “ringan” atau sebaliknya. Artinya, suami bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pengeluaran keluarga yang berat-berat (jumlahnya besar), sedangkan istri yang ringan-ringan (rutin, sederhana), atau sebaliknya. Pembagian porsi tanggung jawab ini bisa disesuaikan  dengan besarnya penghasilan masing-masing.

Pertanyaan kritis yang mungkin muncul adalah, manakah tipe yang terbaik ? Bagaima kalau hanya salah satu yang  bekerja ? Tipe apa pun baik, sangat tergantung dari kebiasaan dan kesepakatan bersama dalam keluarga. Suami-istri adalah dua pribadi yang berbeda tetapi satu (dwi tunggal). “Mereka bukan lagi dua melainkan satu”. Oleh karena itu, bila hanya salah satu yang bekerja, harus ada kesepakatan bersama bahwa salah satu menjadi “leader” (bertugas mencari), sedangkan yang lainnya menjadi “manajer” (bertugas mengelola). Apabila masing-masing pihak memainkan fungsi dan perannya  secara maksimal, maka keluarga akan terus berlayar pada jalur kenyamanan keuangan untuk menggapai  kebahagiaan sejati. Kuncinya,   sang leader dan manajer harus cermat dan bijak dalam mengelola keuangan keluarga. Selamat mencoba.

(Penulis: Yoakim Deko Lamablawa)

di bagikan dari KSP Padat Asih

Kamis, 10 April 2025

Generasi Muda, Koperasi, dan Harapan di Usia ke-33 CU Ngudi Raharjo

 









        Tanggal 26 April 2025 akan menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Credit Union (CU) Ngudi Raharjo. Di hari itu, kita akan merayakan 33 tahun pengabdian dan pertumbuhan koperasi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Karanganyar. Tiga dekade lebih bukanlah waktu yang singkat, dan dalam perjalanannya, CU Ngudi Raharjo telah membuktikan diri sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berlandaskan pada prinsip gotong royong.

        Namun, di tengah semangat perayaan ini, kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama terkait dengan partisipasi generasi muda dalam gerakan koperasi. Era digitalisasi membawa perubahan yangFundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara anak muda berinteraksi dengan lembaga keuangan dan organisasi.

Minimnya Partisipasi Generasi Muda: Sebuah Keprihatinan Bersama

     Kita menyaksikan sendiri bagaimana arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi menawarkan berbagai pilihan dan kemudahan yang mungkin terasa lebih menarik bagi generasi milenial dan Gen Z. Koperasi, dengan citranya yang terkadang dianggap konvensional, seringkali kurang dilirik sebagai wadah untuk berinvestasi, mengembangkan diri, atau bahkan sekadar menyimpan dana.

        Padahal, di balik citra tersebut, koperasi menyimpan potensi besar yang relevan dengan kebutuhan dan aspirasi anak muda. Prinsip kebersamaan, pemberdayaan ekonomi anggota, dan orientasi pada kesejahteraan bersama adalah nilai-nilai yang seharusnya resonan dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial yang seringkali dimiliki oleh generasi muda.

Mengapa Partisipasi Anak Muda Penting untuk Masa Depan Koperasi?

        Di usia ke-33 ini, CU Ngudi Raharjo menyadari betul pentingnya melibatkan generasi muda dalam keberlanjutan dan pengembangan koperasi. Beberapa alasan mendasar mengapa partisipasi kaum muda sangat krusial adalah:

  • Inovasi dan Adaptasi Digital: Generasi muda tumbuh besar dengan teknologi digital. Pemikiran dan keahlian mereka sangat dibutuhkan untuk membawa koperasi beradaptasi dengan era digital, mengembangkan layanan berbasis teknologi, dan menjangkau anggota dengan cara yang lebih efektif.
  • Regenerasi Kepemimpinan: Koperasi membutuhkan kader-kader muda yang memiliki visi dan semangat untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan. Partisipasi aktif sejak dini akan membekali mereka dengan pemahaman mendalam tentang prinsip dan operasional koperasi.
  • Membangun Koperasi yang Relevan: Kebutuhan dan preferensi generasi muda berbeda dengan generasi sebelumnya. Dengan melibatkan mereka, koperasi dapat lebih memahami kebutuhan pasar yang baru dan mengembangkan produk serta layanan yang relevan dengan gaya hidup mereka.
  • Memperkuat Jaringan dan Kolaborasi: Generasi muda memiliki jaringan yang luas dan terbiasa dengan kolaborasi. Keterlibatan mereka dapat membuka peluang kerjasama yang lebih luas bagi koperasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Tantangan di Era Digitalisasi dan Peluang bagi Generasi Muda

        Era digitalisasi memang menghadirkan tantangan, seperti persaingan dengan platform keuangan digital dan perubahan perilaku konsumen. Namun, tantangan ini juga membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi secara signifikan dalam memajukan koperasi.

Anak muda dapat menjadi agen perubahan dengan:

  • Mengembangkan Strategi Pemasaran Digital: Memanfaatkan media sosial, konten kreatif, dan platform online lainnya untuk meningkatkan awareness tentang koperasi di kalangan anak muda.
  • Menciptakan Inovasi Layanan: Mengembangkan aplikasi mobile, platform transaksi digital, atau layanan keuangan berbasis teknologi lainnya yang memudahkan anggota koperasi.
  • Mendorong Literasi Keuangan: Mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bagaimana koperasi dapat menjadi solusi yang tepat.
  • Membangun Komunitas Anak Muda di Koperasi: Menciptakan wadah bagi anggota muda untuk berinteraksi, berbagi ide, dan berkolaborasi dalam mengembangkan koperasi.

Harapan di Usia ke-33 CU Ngudi Raharjo

        Di momen ulang tahun ke-33 ini, CU Ngudi Raharjo mengajak seluruh generasi muda Kabupaten Karanganyar untuk melihat koperasi bukan hanya sebagai lembaga keuangan tradisional, tetapi sebagai potensi kekuatan ekonomi yang memberdayakan dan relevan dengan masa depan.

        Kami percaya bahwa dengan melibatkan pemikiran segar dan energi kreatif dari generasi muda, CU Ngudi Raharjo akan semakinSolid dan mampu menjawab tantangan zaman. Mari bersama-sama membangun koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, demi kesejahteraan kita bersama.

Generasi Muda, Saatnya Beraksi! Koperasi Menunggumu!

    Semoga artikel ini dapat menggugah kesadaran dan minat generasi muda untuk lebih aktif berpartisipasi dalam mengembangkan CU Ngudi Raharjo dan gerakan koperasi di Kabupaten Karanganyar. Selamat ulang tahun yang ke-33 untuk CU Ngudi Raharjo!

Jumat, 21 Maret 2025

Kelola Keuangan Bijak Menjelang Lebaran Bersama CU Ngudi Raharjo



Lebaran Idul Fitri adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, tradisi mudik, berkumpul bersama keluarga, dan berbagi kebahagiaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Namun, seringkali, euforia Lebaran membuat kita lupa diri dalam mengelola keuangan.

Agar Lebaran tetap membawa berkah tanpa menguras kantong, yuk simak tips pengelolaan keuangan yang bijak berikut ini, dengan memanfaatkan produk-produk unggulan dari CU Ngudi Raharjo:

1. Buat Anggaran Lebaran yang Realistis

  • Langkah pertama adalah membuat daftar pengeluaran yang terperinci, mulai dari kebutuhan pokok, hadiah, hingga biaya mudik.
  • Prioritaskan kebutuhan utama dan hindari pengeluaran impulsif.
  • Sisihkan dana untuk zakat fitrah dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.

2. Manfaatkan Produk Simpanan Hari Raya CU Ngudi Raharjo

CU Ngudi Raharjo menyediakan produk Simpanan Hari Raya yang dirancang khusus untuk membantu Anda merencanakan keuangan Lebaran.
Dengan menyisihkan dana secara rutin sejak jauh-jauh hari, Anda dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tanpa harus berutang.

3. Pinjaman Cepat dan Tepat dari CU Ngudi Raharjo

  • Jika Anda membutuhkan dana tambahan, CU Ngudi Raharjo menawarkan produk pinjaman dengan proses yang cepat dan tepat.
  • Pinjaman ini dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya mudik atau renovasi rumah, tanpa mengganggu stabilitas keuangan Anda.

4. Bangun Kebiasaan Budgeting yang Baik

  • Mulai sekarang, biasakan diri untuk membuat anggaran bulanan dan mencatat setiap pengeluaran.
  • Dengan memiliki catatan keuangan yang rapi, Anda dapat mengontrol pengeluaran dan menghindari pemborosan.
  • Manfaatkan aplikasi pencatat keuangan yang banyak tersedia di Playstore atau appstore.

5. Manfaatkan Promo dan Diskon Secara Bijak

  • Manfaatkan promo dan diskon yang ditawarkan oleh berbagai toko dan pusat perbelanjaan.
  • Namun, tetaplah berbelanja sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan hindari membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

6. Sisihkan Sebagian THR untuk Tabungan atau Investasi

  • Tunjangan Hari Raya (THR) yang Anda terima dapat menjadi peluang untuk meningkatkan tabungan atau investasi.
  • Sisihkan sebagian THR untuk dana darurat atau investasi jangka panjang demi masa depan yang lebih baik.

CU Ngudi Raharjo, Sahabat Keuangan Anda

CU Ngudi Raharjo hadir sebagai sahabat keuangan Anda, siap membantu Anda mengelola keuangan dengan bijak, terutama menjelang Lebaran. Dengan produk dan layanan yang beragam, CU Ngudi Raharjo berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Mari jadikan Lebaran tahun ini sebagai momen yang penuh berkah dan kebahagiaan, tanpa harus khawatir dengan masalah keuangan. Bersama CU Ngudi Raharjo, wujudkan Lebaran impian Anda!

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para anggota CU Ngudi Raharjo dan pembaca lainnya. Selamat menyambut Lebaran Idul Fitri!

Sabtu, 15 Maret 2025

Bentuk Apresiasi kepada Anggota CU Ngudi Raharjo Melalui Undian di RAT Pusat

 Bentuk Apresiasi kepada Anggota CU Ngudi Raharjo Melalui Undian di RATPusat

Sebagai bagian dari komitmen untuk terus memberikan manfaat kepada anggota, CU Ngudi Raharjo kembali menghadirkan bentuk apresiasi bagi para anggotanya melalui undian yang akan dilakukan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat. Program ini merupakan salah satu cara kami untuk memberikan penghargaan kepada anggota yang aktif dalam menabung maupun memanfaatkan fasilitas pinjaman.

Semakin Aktif, Semakin Besar Kesempatan Menang!



Dalam undian ini, setiap anggota memiliki kesempatan untuk mendapatkan apresiasi menarik. Namun, kesempatan menang akan semakin besar bagi anggota yang lebih aktif—baik dalam menabung maupun dalam menggunakan fasilitas pinjaman di CU Ngudi Raharjo. Hal ini sebagai bentuk dorongan agar anggota semakin meningkatkan partisipasi dan keterlibatan dalam kegiatan koperasi.

Bentuk  Apresiasi Tahun Buku 2024

Untuk tahun buku 2024, CU Ngudi Raharjo telah menyiapkan berbagai apresiasi menarik bagi para anggota yang beruntung, yaitu:

  1. 1Unit Kulkas
  2. 1Unit Handphone (HP)
  3. 1 Unit Televisi (TV)
  4. 1 Unit Mesin Cuci
  5. 1 Unit Kompor Gas

Hadiah-hadiah ini dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan anggota agar dapat memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Cara Mengikuti Undian?

Semua anggota otomatis terdaftar dalam program undian ini. Namun, semakin tinggi transaksi yang dilakukan—baik berupa simpanan maupun pinjaman, maka semakin besar pula peluang untuk memenangkan . Oleh karena itu, mari terus aktif bertransaksi dan manfaatkan layanan yang tersedia di CU Ngudi Raharjo.

Kami berharap program apresiasi ini dapat semakin meningkatkan semangat anggota dalam membangun kebersamaan dan kesejahteraan bersama di CU Ngudi Raharjo. Mari jadikan CU ini sebagai rumah keuangan yang aman, nyaman, dan penuh manfaat bagi kita semua!

Salam Solidaritas,
CU Ngudi Raharjo

Senin, 03 Maret 2025

Ramadhan Tiba, Ini Tips Mengelola Keuangan Selama Bulan Puasa

Hai, sahabat CU Ngudi Raharjo! Tak terasa  umat Muslim sudah memasuki bulan Ramadhan. Di bulan ini, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Nah, biasanya pengeluaran di bulan puasa akan membengkak, entah untuk keperluan primer maupun untuk keperluan tersier. Membengkaknya pengeluaran sepanjang Ramadhan tak jarang membuat pengelolaan keuangan Sobat CU menjadi terganggu. Pada artikel kali ini CU Ngudi Raharjo  akan memberi tips bagaimana mengelola keuangan selama Ramadhan. Yuk, disimak!

1. Belanja Kebutuhan Ramadhan Lebih Awal

Sudah menjadi siklus tahunan bahwa harga barang-barang pokok akan mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh kenaikan permintaan yang signifikan, sementara dari sisi supply barang yang diminta kurang cukup memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mengantisipasi hal ini, kamu bisa belanja kebutuhan untuk Ramadhan lebih awal, misal H-10 bulan puasa. Pertama, belanja lebih awal memungkinkan kamu mendapatkan harga barang yang lebih murah. Kedua, belanja lebih awal membantu menghindari antrean panjang dan kerumunan di supermarket saat mendekati Ramadhan.

2. Kurangi Jajan Berlebihan

Bulan Ramadhan identik dengan hidangan berbuka puasa atau biasa disebut takjil. Takjil ini bisa berupa cemilan (seperti kolak, es buah, maupun gorengan) yang biasa dijual di pinggir jalan. Saat berbuka, sering kali Sobat Makmur ingin membeli banyak makanan, khususnya takjil yang dijual di pinggir jalan. Akan tetapi, jajan berlebihan bisa mengganggu arus keuanganmu. Untuk mencegah kebocoran anggaran, kamu harus mengendalikan diri dan prioritaskan masakan rumah agar lebih hemat dan sehat.

3. Memanfaatkan Diskon Ramadhan

Bulan Ramadhan juga identik dengan diskon dan potongan harga. Banyak toko dan e-commerce yang menawarkan promo khusus, seperti diskon bahan makanan, perlengkapan ibadah, hingga pakaian. Dengan merencanakan belanja lebih awal dan memanfaatkan promo, Sahabat CU dapat memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan cashback, promo gratis ongkir, atau program beli satu gratis satu untuk dapat menekan biaya belanja dan memberikan keuntungan lebih bes dengan harga lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan cashback, promo gratis ongkir, atau program beli satu gratis satu untuk dapat menekan biaya belanja dan memberikan keuntungan lebih besar. 

Meskipun banyak diskon bertebaran selama Ramadhan, penting bagi kamu untuk tetap bijak dalam memanfaatkan diskon agar tidak terjebak dalam belanja impulsif. Sebelum membeli, sebaiknya buat daftar kebutuhan prioritas agar tetap fokus pada barang yang benar-benar diperlukan. Hindari membeli sesuatu hanya karena tergiur potongan harga tanpa mempertimbangkan fungsinya. Selain itu, bandingkan harga di beberapa platform untuk memastikan mendapatkan penawaran terbaik.

4. Jangan Lupa Sisihkan Uang Untuk Zakat dan Amal

Bagi umat Muslim, Ramadhan merupakan bulan paling utama. Segala amal dan kebaikan yang dilakukan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya. Untuk itu, umat Muslim disarankan untuk memperbanyak amal selama bulan puasa. Sahabat bisa menyisihkan pemasukan untuk zakat fitrah dan amal lainnya. Langkah pertama adalah menentukan besaran zakat fitrah yang wajib dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku, biasanya dalam bentuk beras atau uang senilai harga beras. Zakat harus diutamakan karena sifatnya wajib. Setelah mengalokasikan untuk zakat, alokasikan dana khusus dari pemasukan bulanan atau gaji untuk amal.

5. Rencanakan Pulang Kampung dengan Matang

Di Indonesia, bulan puasa juga diwarnai dengan fenomena pulang kampung alias mudik. Tak jarang, mudik ke kampung halaman memerlukan biaya yang tidak sedikit. Langkah pertama adalah membuat anggaran khusus untuk mudik, termasuk biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, dan oleh-oleh. Mulailah menabung dan berinvestasi dari jauh-jauh hari dengan menyisihkan sebagian pemasukan setiap bulan. Saat waktu mudik tiba, dana untuk mudik sudah tersedia tanpa harus berutang atau mengorbankan kebutuhan lain.

6. Rencanakan Menabung kebutuhan Lebaran Dengan SHR

Salah satu caranya adalah dengan menyimpan di Produk Simpanan Hari Raya, simpanan ini menyipakn anggota mulai menabung sejak awal setelah lebaran dan di ambil lagi saat lebaran tahin berikutnya, minimal setoran perbulan Rp 50.000, dan bisa lebih sesuai anggaran dari sobat CU , rencana kebutuhan lebaran tahun depan. 

Demikian Sahabat CU. Tip tip persiapan ramadan dan Lebaran, semoga ramadan ini membawa berkah bagi kita semua.

Kamis, 20 Februari 2025

Rapat Anggota Tahunan Kelompok Koperasi CU Ngudi Raharjo Tahun 2025: Mewujudkan Anggota Berkualitas dengan Finansial Sehat dan Kuat

 


Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Koperasi CU Ngudi Raharjo akan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kelompok pada tanggal 24-28 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus atas tahun buku 2024 dan menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT utama/ Pusat . RAT Kelompok  dilaksanakan pada  16 Kelompok : Kelompok  Mojorejo,  Kelompok Pamotan, Kelompok Ngori Barat, kelompok Ngori Timur, Kelompok Balong+Duwetan, Kelompok Jumapolo +Kauman + Jatirejo +Karangbangun+Ploso, Kelompok, Kenteng+Pungkuran+Bnajarsare+Pule, Kelompok Wates Bakalan+Wates Kedawung, Kelompok Tengklik Utara, Kelompok Tengklik Selatan, Kelompok Nglaban+Kededokan+Tirogo, Kelompok Dawung, Kelompok Ngelo Barat+Babadan, Kelompok Ngelo Timur, Kelompok Wates Jumantoro, Kelompok Gondang.

Pentingnya RAT Kelompok dalam Koperasi

RAT Kelompok atau Pra-RAT memiliki peran penting dalam memastikan partisipasi anggota yang lebih luas. Dengan adanya RAT Kelompok, anggota koperasi memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami kondisi koperasi, menyampaikan aspirasi, serta berkontribusi dalam pengambilan keputusan strategis. Hal ini sejalan dengan tujuan koperasi yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan gotong royong.

Tema RAT 2025: Anggota Berkualitas, Finansial Sehat dan Kuat

Tema yang diangkat dalam RAT tahun ini adalah “Anggota Berkualitas, Finansial Sehat dan Kuat”. Tema ini mencerminkan komitmen koperasi dalam meningkatkan kualitas anggota melalui edukasi keuangan dan manajemen yang baik, sehingga koperasi dapat terus berkembang dengan kondisi finansial yang sehat dan kuat.

Agenda Penting dalam RAT Kelompok

Dalam RAT Kelompok ini, akan dibahas beberapa agenda utama, di antaranya:

  1. Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2024 – Pemaparan kinerja koperasi selama satu tahun terakhir, termasuk laporan keuangan dan pencapaian yang telah diraih.

  2. Pembahasan Program Kerja 2025 – Perencanaan program dan strategi koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.

  3. Evaluasi dan Diskusi Interaktif – Kesempatan bagi anggota untuk memberikan masukan, kritik, dan saran guna perbaikan koperasi ke depan.

  4. Pemaparan Kebijakan dan Inovasi Baru – Penyampaian kebijakan yang akan diterapkan untuk memperkuat koperasi serta inovasi baru dalam pelayanan kepada anggota.

Harapan dan Manfaat RAT Kelompok

Dengan dilaksanakannya RAT Kelompok ini, diharapkan tingkat partisipasi anggota semakin meningkat. Keterlibatan aktif anggota dalam proses pengambilan keputusan akan membantu koperasi tumbuh lebih kuat dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh anggotanya.

Mari bersama-sama kita sukseskan Rapat Anggota Tahunan Kelompok Koperasi CU Ngudi Raharjo tahun 2025 demi koperasi yang lebih baik, sehat, dan berkualitas!

Sabtu, 15 Februari 2025

Risiko PINJAMAN Macet dan Cara Mengatasinya


Tahukah, Kamu? Pinjaman PUR (Pinjaman Usaha Raharjo) bisa jadi cara untuk mengembangkan usaha-usaha di bidang UMKM yang Kamu miliki, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu Kamu perhatikan sebelum mengajukan pinjaman PUR. Misalnya  risiko Pinjaman macet dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa Itu Pinjaman Macet? 

Terkadang, saat meminjam dana, kamu akan berada di suatu kondisi di mana Pinjaman PUR/ Pinjaman Lainnya  terasa berat. Apalagi jika bisnis tidak berjalan sesuai ekspektasi di awal. 

Hati-hati! Kondisi ini bisa jadi semakin parah, jika Kamu merasa kesulitan untuk melunasi atau membayar cicilannya. 

Kesulitan membayar cicilan juga bisa menyebabkan keterlambatan membayar tunggakan. Alhasil, utang semakin membengkak karena adanya denda keterlambatan serta bunga berjalan.

Pada akhirnya, kondisi inilah yang disebut Pinjaman macet (gagal bayar). Yup, Pinjaman macet bisa diartikan sebagai kondisi ketika si peminjam (debitur) sudah tidak mampu lagi membayar utang, akibat tidak lagi memiliki dana. 

Solusinya? Ini dia cara-cara agar Kamu terhindar dari risiko KUR macet.

Cara-Cara Mengatasi Risiko KUR Macet

1. Restructuring

KUR macet bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya, Peminjam yang menunggak terus sampai jumlah pinjaman menjadi terlalu besar. Jika Kamu mengalaminya, maka Kamu perlu melakukan restructuring.

Restructuring dilakukan untuk mengajukan persyaratan kembali oleh peminjam, kepada pihak koperasi yang memberikan dana PUR. Melalui restructuring, Kamu bisa mengatur ulang dana pinjaman yang sesuai dengan kemampuan usahamu.

2. Rescheduling

Mengatur ulang dana Pinjaman, perlu juga disesuaikan dengan jadwal pembayaran angsurannya. Nah, untuk itulah Kamu perlu melakukan rescheduling. Salah satu contohnya, jadwal pembayaran di awal bulan yang memberatkan, akan Kamu ubah ke akhir bulan. Maka pengajuan rescheduling bisa Kamu lakukan.

Rescheduling bertujuan agar para debitur yang menunggak, bisa lebih mudah membayar cicilan dan terhindar dari risiko Pinjaman macet. Tapi, tindakan ini menjadi tindakan paling akhir yang bisa dilakukan oleh debitur yang menunggak. 

Hal ini karena sebelum proses rescheduling, akan ada peringatan dari Koperasi terlebih dulu.

3. Bertanggung Jawab, Tekun, dan Konsisten

Ada beberapa prinsip yang harus selalu Kamu ingat, ketika ingin melakukan pengajuan pinjamn. Prinsip-prinsip tersebut adalah mau bertanggung jawab, tekun, dan konsisten.  Mengapa? Tentunya tujuan setiap orang adalah ingin bisa membayar cicilan sebelum tanggal jatuh tempo. Alasannya, jika tunggakan semakin menumpuk maka akan terasa lebih berat untuk dibayarkan.

4. Menentukan Tujuan Menjalankan Usaha

Menentukan tujuan jangka pendek serta jangka panjang, perlu dilakukan oleh para pelaku usaha. Mengingat dana Pinjaman Modal  yang sangat membantu pengenbangan usaha UMKM, maka sangat disarankan agar Kamu bisa menentukan tujuan usahamu dan memperketatnya.

Tentunya Kamu tidak ingin dana Pinjaman Usaha yang Kamu dapatkan menjadi sia-sia, bukan? Jadi, diperlukan kemampuan untuk memotivasi diri, serta mengubah keinginan menjadi sebuah tekad yang kuat. Mencapai tujuan usaha dan menggunakan dana Pinjaman Usaha yang ada dengan sebaik-baiknya.

5. Membuat Tabungan Khusus untuk anggsuran Pinjaman

Membayar cicilan Pinjaman Usaha adalah kewajiban setiap pelaku usaha yang mengajukan pinjaman. Beratnya tanggung jawab membayar, biasanya memang pasti dirasakan. Apalagi bagi usaha-usaha yang baru saja dirintis. 

Tapi, Kamu bisa menyiasatinya dengan melakukan salah satu cara berikut ini. Buatlah tabungan khusus untuk cicilan kreditmu. Tabungan khusus ini akan membantumu dalam mengatur keuangan usaha.

Nah, itulah penjelasan tentang risiko Pinjaman macet dan cara-cara untuk mengatasinya. Untuk lebih jelasnya, Kamu bisa menghubungi pihak Koperasi CU Ngudi Raharjo sebagai pemberi dana Pinjaman untuk usahamu.

Kamis, 13 Februari 2025

Valentine CU Motivation: Semangat Cinta dan Kebersamaan dalam Pengembangan CU Ngudi Raharjo

 

Semangat Cinta dan Kebersamaan dalam Pengembangan CU Ngudi Raharjo



Setiap tanggal 14 Februari, dunia memperingati Hari Valentine sebagai momen untuk mengekspresikan kasih sayang. Meskipun sering diidentikkan dengan hubungan romantis, esensi dari Hari Valentine sejatinya adalah tentang cinta dalam arti yang lebih luas: kepedulian, kebersamaan, dan semangat untuk berbagi.

Sebagai bagian dari keluarga besar CU Ngudi Raharjo, kita bisa memaknai semangat Valentine sebagai dorongan untuk terus membangun kebersamaan dan gotong royong dalam memperkuat koperasi kita. Cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang tindakan nyata yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Cinta dalam Koperasi: Kebersamaan dan Kepedulian

CU Ngudi Raharjo hadir sebagai wadah untuk membangun kesejahteraan bersama. Nilai utama koperasi—gotong royong dan kebersamaan—merupakan bentuk cinta yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui koperasi, kita saling membantu, mendukung, dan memberikan kesempatan bagi anggota untuk tumbuh dan berkembang secara ekonomi maupun sosial.

Ketika kita menabung, kita bukan hanya menyimpan uang, tetapi juga berkontribusi bagi anggota lain yang membutuhkan modal usaha. Saat kita aktif berpartisipasi dalam program koperasi, kita turut serta dalam upaya meningkatkan taraf hidup bersama. Inilah wujud cinta yang sesungguhnya: memberi tanpa mengharapkan balasan secara langsung, tetapi dengan keyakinan bahwa setiap kebaikan akan kembali dalam bentuk yang lebih besar.

Merayakan Valentine dengan Aksi Nyata

Hari Valentine bisa menjadi momentum bagi kita untuk semakin memperkuat peran dalam koperasi. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan:

  1. Berbagi Pengetahuan dan Inspirasi – Bantu sesama anggota dengan berbagi ilmu, baik dalam hal pengelolaan keuangan, peluang usaha, atau pengalaman sukses.

  2. Meningkatkan Partisipasi – Ikut serta dalam kegiatan koperasi, menghadiri pertemuan, dan aktif memberikan masukan untuk kemajuan bersama.

  3. Menebarkan Semangat Gotong Royong – Ajak lebih banyak orang untuk bergabung dengan CU Ngudi Raharjo agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

  4. Mendukung Usaha Anggota – Membeli produk atau menggunakan jasa dari anggota koperasi adalah bentuk dukungan nyata bagi pertumbuhan ekonomi komunitas kita.

Dengan semangat cinta dan kebersamaan, kita dapat menjadikan CU Ngudi Raharjo semakin berkembang dan membawa manfaat yang lebih luas bagi anggota serta masyarakat sekitar. Mari terus bergerak maju dengan penuh kasih dan kepedulian, karena koperasi yang kuat adalah hasil dari kebersamaan yang penuh cinta!

Selamat Hari Valentine, semoga semangat kasih sayang senantiasa menginspirasi kita dalam membangun CU Ngudi Raharjo!

Prabowo Pangkas Anggaran Kementerian, bagaimana Koperasi menghadapi Ekonomi 2025